Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Basa Jawa Ndeso?

Suatu ketika seorang teman bercerita tentang betapa anaknya yang duduk di Sekolah Dasar stress dan tidak bisa mengikuti pelajaran Bahasa Daerah (bhs Jawa). Cukup dimaklumi karena istrinya orang Sunda, yang kurang paham dengan bahasa Jawa. Bahkan si anak dirumahpun terbiasa dengan bahasa yang paling mudah dipahami, yaitu Bahasa Indonesia. Aku terbiasa menggunakan bahasa ngoko alus dirumah. Ibu suwargi paling sering berbicara dengan kalimat- kalimat ngoko alusnya. Beliau itu unik, aku tidak boleh berbicara dengannya atupun bapak dengan kromo inggil. Tapi justru ngoko alus. Alasanya kalau terlalu boso ( istilah bahasa jawa untuk berbahasa halus) kesannya seperti berbicara dengan orang lain. Jadi tidak heran misalnya Ibu memanggilku, dan kujawab dalem... Lanjutanya ya boso ngoko, tapi alus. Misal " Ibu tukung pundhutke lading nang pawon" jadi ya halus, ya ngoko... Sing dudu wong Jowo mesti ra donk, sing Jowo wae akeh sing wis lali hahahaha... Jaman kecilku bicara dengan bakul-bak

Filosofi Jawa Yu Beruk..

Gambar
Perjalanan mencari perias akhirnya mempertemukanku dengan Yuningsih atau yang lebih terkenal dengan nama Yu Beruk. Beliau memang lebih terkenal sebagai komedian di Jogja.  Warga Jogja pasti tidak asing dengan sosok beliau. Awal mulanya saat menghadiri hajatan Pernikahan kawan kuliah pada Minggu 12 Oktober 2014 lalu. Tertarik dengan tata riasnya sehingga tersebutlah nama beliau yang akhirnya kudatangi. Rumah asri di kawasan Dukuh, Jl.Bantul sangat terlihat nJawani. Mungkin itu salah satu rumah impianku, memiliki halaman luas dengan teras layaknya pendopo kecil. Pohon buah ada nampak di setiap sudutnya, tak lupa berbagai tanaman bunga disana. Muncullah sosok Yu Beruk saat membukakan pintu, mayan ketemu artis Jogja ( pikirku pada awalnya). Ternyata beliau sangat rendah hati. Obrolan demi obrolan mengalir lancar tanpa sumbatan got mampet hehehehe. Untuk urusan rias manten, aku merasa dari berbagai tempat yang kudatangi, kurang lebih sama saja. Dikarenakan semua perias yang kutuju adalah be

Hallo Temanku...

Pagi ini Alhamdulillah akhirnya bisa sepedaan pagi dari agenda yang biasanya hanya menjadi wacana saja. Maklum akhir-akhir ini untuk bangun pagi bukanlah perkara mudah. Seluruh atribut sepedaan sudah kugunakan, dan yang paling wajib adalah walkman donk. Teman setia buat sepedaan. Dari rumah kuarahkan ke perempatan Pingit, kalao pagi gini, di daerah Jl.Magelang (Depan Kricak) banyak orang berjualan makanan kecil. Tutup mata saja, ayooooo diett diettt hahahaha (opo yo tumon meh pit-pitan malah madiank??). Belok kiri sepeda kuarahkan menuju tugu.  Kembali lagi saat melintasi Jl. P. Diponegoro, bakule lopis sajak ngawe-awe njaluk dirumbasi.... Meremmmm saja.... (nabrak, nabrak deh... hahahaha). Selamat sampai Tugu lanjut ke perempatan Gramedia.  Belok kiri (Utara) menuju tempat yang paling sejuk (menurutku) di kampus UGM. Pohon yang tinggi dan rindang membuat paru-paru ini kenyang akan Oksigen gratis yang diberikan Sang Pencipta. Alhamdulillah . Melaju menuju Ged