Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Rangsum....

Jika sudah berada dikantor, asli aku paling males keluar, bahkan sekedar jajan untuk mencari makan siang. Rasanya jika sudah berkutat dengan pekerjaan, sayang sekali jika membuat kesalahan dalam hitungan hanya sekedar mencari makan. Aneh ya? Tapi terkadang posisi gemetar dan keringat dingin keluar-lah yang sering memaksaku untuk keluar kantor dan jajan. Jika sudah dalam posisi demikian sakit kepala adalah oleh-oleh yang kubawa pulang.. Setelah nyonya kusuruh bekerja dirumah saja (alias Ibu rumah tangga), kesibukan yang kerap dilakoninya adalah membawakan nasi bekal untukku. Mungkin dia sudah lelah jika aku sambat sakit kepala dikarenakan telat makan hahahaha... Jika ada bahan yang siap olah, malam jelang tidur biasanya dia rajang-rajang bahan mentah ( opo wae dirajang, smokey suwe-suwe yo iso dirajang palingan ). Kemudian pagi sebelum aku ngantor, dia masak hasil olahanya untuk kemudian dibawakan bekal bagiku. Asli aku paling suka jika dibawakan bekal. Yang penting ada sa

Semalam di Solo Baru..

Gambar
Ceritanya nyonya dapat undangan menghadiri pernikahan salah seorang kawanya di wilayah Solo Baru. Tiba-tiba kepikiran jarak yang harus ditempuh, namun juga kepikiran ingin bermalam di Solo, yah sekaligus jalan-jalan lah. Toh memanjakan diri dan istri sesekali gak masalah khan. Ditambah rutinitasku akhir-akhir ini yang membuat stress berat, liburan gak salah dicoba. Sejak Seminggu sebelumnya rencana nginep dimana belum terpikirkan, maklumlah kami tidak memiliki sanak kerabat disana. Pilihan jatuh kepada Traveloka untuk mencari penginapan terdekat dari acara kawinan berlangsung.  Disamping fasilitas penginapan, jarak dengan lokasi yang mau kami kunjungi, yang tak kalah penting adalah harga. Hari Sabtu, 19 Maret 2016 kami berangkat dari Jogja sekitar jam 16-an. Perjalanan yang semula mendung akhirnya harus kami tempuh dengan rintik hujan. Hal tersebut dimulai dari kota Klaten sampai dengan mulai masuk di kota Solo. Pergantian dari sore ke malam (terang ke gelap) sunggu

Bahasa Pemersatu Kami

Cukup lama sebenarnya saat aku harus memutuskan untuk berumah tangga. Hal tersebut disebabkan banyaknya peristiwa-peristiwa dan kejadian dalam berumah tangga yang akhirnya membuatku takut dan ragu untuk melangkah gerbang tersebut. Salah satu penyebabnya adalah ketakutan akan gambaran keluarga yang garing. Aku tidak bisa menjadi diriku, aku harus selalu tampil di mata istriku sebagai sosok yang rupawan tanpa cela. Hal tersebut diperburuk dengan beragam curhatan dari kawan-kawan terkasih akan problematika rumah tangga mereka. Sampai satu hal yang aku sadari adalah, bukankah hidup ini memang wahana ketidak pastian. Bukankah kawan-kawanku seringnya hanya bercerita disaat ada masalah. Bukankah saat bahagia aku terlupakan. Intinya dalam rumah tanggapun pasti ada kebahagiaan di dalamnya.... Tapi mengapa kesan garing gambaran sebuah rumah tangga masih saja melintas dibenakku waktu itu. Cerita berganti... Masa perkenalanku dengan Nyonyahku bisa dibilang singkat, namun sat

Cinta.. Satu Kata Favorit.. (Sebuah Orasi)

Kejutan pada Tahun 2016 ini kembali datang padaku, Sebulan lalu saat aku dan istri sedang asik menonton TV, tiba-tiba listrik mati di wilayahku. Tidak lama kemudian ponselku berbunyi tanda panggilan masuk ada disana, dengan memunculkan nama Mas Gentur. Beliau adalah pendiri Balla Mahardhika. Tanpa berpikir apapun aku jawab panggilan tersebut, karena pikirku malam-malam begitu pasti suatu panggilan yang penting, di tambah aku merasa belum pernah berkomunikasi dengan beliau via ponsel. Dan hasilnya membuat menganga...... AJAIB!! Tidak lama berselang mbak Sari ganti menghubungiku, disambut ucapan selamat dan sebagainya dari pengurus yang lain. Astagfirullah..... Itulah kata yang terlontar dariku spontan.... Harus senang atau sedih!!?? Entahlah.... Besok harinya aku kemukakan dan sejuta alibi untuk menolak jabatan yang diberikan tersebut. Jujur aku tidak merasa siap. Berasa kena kutukan saat dulu aku pernah bilang ke salah satu sahabatku Dewin "Wis to kita jadi anggota wae,