Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Resolusi Jelang Ganti Tahun (Masehi)....

Satu hal yang sekarang ini aku yakini adalah, jika mempunyai sebuah mimpi atau keinginan dalam bentuk materi mungkin itu sangat bisa terwujud, dengan banyak hal cara. Misal pada beberapa waktu lalu keinginan dan harapanku untuk bisa merenovasi rumah bisa terlaksana, pastinya dengan cara menabung dan sebagainya. Tapi kembali lagi itu adalah berupa kebendaan. Bahasa kasar (menurutku) yang bisa dibeli dengan uang. Aku percaya dan meyakini bahwa apa-apa yang kita miliki maupun yang belum kita miliki itu sebuah cobaan, dan di dalam cobaan tersebut terdapat banyak hal yang bisa kita jadikan bernilai ataupun tidak. Beberapa waktu lalu aku juga mengimpikan sebuah pernikahan. Sering aku menuliskan hal tersebut. Bahkan saking seringnya berharap, seringkali kalimat "kapan nikah!!!??" adalah menjadi kalimat doa ditelingaku. Padahal sebelumnya itu kalimat haram yang paling kubenci. Sakitnya tuh disinihhhhhhhhh *karo kukur-kukur bokong... Alhamdulillah menikah sudah terwujud

Ibuku Ajaib...

Sebenarnya tidak akan pernah ada habisnya untuk menceritakan keajabian seorang Ibu. Namun kali ini tiba-tiba kenangan beliau kembali hadir. Saat beberapa kali melihat tayangan yang bernuanas Ibu ditampilkan. Saat itulah perasaan haru biru muncul dengan sendirinya... Jika sudah begini hanya tissu yang mengerti tentang aku... Ibuku lumayan ajaib saat mengajariku tentang cita rasa makanan. Contoh simple, tatkala masih duduk di Sekolah Dasar, aku termasuk anak yang susah untuk disuruh makan. Sebenarnya tidak hanya disuruh makan, bahkan belajar, mandi, dan sebagainya tergolong susah hahai... Suatu ketika Ibu membuat masakan telur dibumbu Bali. Alamak, itu adalah jenis sayuran yang sangat tidak aku suka. Telur saja aku sudah gak suka, ditambah bumbu Bali. Lengkap sudah penderitaanku.  Jika sudah begini, pilihanku adalah jajan. Uniknya, Ibu tidak marah saat aku tidak menyentuh masakanya. Bahkan Ibu tidak marah saat mengetahui aku jajan.  Benar begitu?? Jangan salah, cara Ib

Ayam Goreng Saos Kecu...

Hal yang paling indah setelah berumah tangga adalah, saat pulang kantor sudah tersedia masakan, hasil olahan nyonyah beloved. Yakin seyakinya, selain bumbu-bumbu special, pasti masih ditambahkan rasa cinta di dalamnya. Tak lupa cipratan keringat sedikit hihihi.... Seperti hari kemarin, ternyata nyonyahku jago membuat ayam goreng bumbu pedas. Enak banget, walaupun ada sedikit yang mengganggu yaitu aroma terasinya. Jujur aku kurang suka dengan bau terasi. Bukan baunya sebenarnya yang mengganggu, akan tetapi susah menggilangkan saat ditangan itu yang membuat jengkel.  Apapun itu gak masalah, masakan nyonyah memang juarak... Terima kasih ya sayang... Tadi pagi berhubung nyonyah masuk siang, menawarkan untuk memasak sesuatu sebagai hidangan bekal makan siangku. Pikirku yang simpel, makanya oseng2 tahu pedas pilihanya. Jadilah tadi siang makan siangku oseng2 tahu ambyar ditambah telur. Alhamdulillah... Hari Sabtu ini entah kenapa berasa malas sekali di kantor, akhirnya aku putuskan pulang aw

Gelas Selingkuh...

Minggu ini ternyata istriku dapat arisan lagi, tamu bulananya datang. Artinya belum hamil. Horeeee.... masih diberi waktu untuk mempersiapkan semuanya * ngeyem-yemi diri sendiri hahahahaha... Well , aku pikir masih ada waktu seminggu lagi untuk bercocok tanam.  Pagi ini entah dari mana tiba-tiba motorku kuarahkan sebuah laboratorium di Jogja. Keinginanku sederhana, ingin mengetahui ( test ) kesuburanku (sperma). Serangkaian proses pendaftaran aku lalui, hingga semua telah kubayar, dan saatnya menunggu dipanggil nomor antrianku, karena tempatnya sedang disiapkan, kata mbak pendaftaran. Hmmm... tempatnya disiapkan... Kebayang gak tempat untuk mengeluarkan begituan, harusnya sangat syahdu, dengan nuansa kalem, musik yang lembut, lampu remang-remang, bahkan jika perlu sudah ada penari striptis wangi yang bersedia membantu... PLAKK!!!! Hallo ini Lab ya bukan losmen, huahahahaha..... Dan tiba giliranku dipanggil.... Seorang perawat mengantarkanku ke sebuah ruangan,

Sugesti Hamil...

Seperti yang pernah kutulis beberapa waktu lalu, bahwa apa-apa yang kita sering ucapkan akan terjadi. Seolah-olah alam raya ini meng-aminkan. Contoh 2 Tahun lalu, saking seringnya kutulis tentang niatan menikah dan berumah tangga walaupun pacar saja gak ada. Alhamdulillah saat sekarang, hal tersebut menjadi kenyataan Kawanku bilang itu sugesti positif. Setelah menikah, pastilah yang diinginkan adalah memiliki keturunan. Sepertinya lucu suatu ketika nanti akan ada seorang bocah yang bisa menceritakan kejahilan papinya, ataupun maminya. Benang merah tentang cerita hidup kami akan berlanjut. Dan pastinya berharap juga, kelak ada seseorang yang akan mengirimkanku doa yang tulus kepada kami. Amien Ya Rabb.. Sama seperti saat ini. Jelang 6 Bulan kami berumah tangga, istri belum hamil. Namun kami belum ke dokter juga untuk program hamil, yang pasti program bercocok tanam, dan berkebun secara alami masih kami jalani. Urusan kebelet punya momongan, sepertinya adalah agendaku

Kursus Menjahit...

Gambar
Paling seneng adalah saat jalan-jalan buang duit untuk membeli barang yang terkadang tidak penting. Bener gak!? Bahkan seringnya barang yang sudah dibeli ya hanya menuh-menuhin rumah. Dipakai pas beli doank, selebihnya adalah wahana bermain bagi debu-debu dan serangga di rumah...ah indahnya berbagi hahahaha... Dalam perjalananku berumah tangga yang masih prematur, seringkali saat waktu luangku ( maklum aku termasuk menungso sing selo uripe ) jalan-jalan atau melihat benda-benda tertentu rasanya ingin membelikan untuk nyonyah beloved. Biasanya baju atau sekedar kaos-kaos yang nyaman buat dipakai dirumah. Namun.... Mengingat ukuran nyonyahku yang ajaib, sering kali yang kubelikan tidak muat dikenakan. Jika sudah begini, rejeki bagi orang-orang yang menerimanya huahahahaha..indahnya berbagi lagi... Dari sejak sebelum menikah, kami (terutama istri) agak kerepotan saat harus mencari baju. Hal itu terbukti bahwa pakaian pengantin yang akan kami kenakan menjadi hal yan

Kangen....

Gambar
Beberapa waktu lalu menerima kiriman tautan yang sangat menyentuh tentang seorang Ibu. Dan saat membuka tautan tersebut tanpa sadar mataku berkaca-kaca. Bahkan hari ini aku masih teringat kembali akan tautan tersebut. Ibu adalah sosok dewi bagiku, yang selalu memberikan perlindungan. Jika dulu saat di sekolah ada beberapa Bully yang harus aku hadapai, tapi semua itu hilang saat Ibu menegarkan hatiku dan membangkitkan semangatku. Bahkan di Hari Ulang Tahunku kemarin, yang notabene aku sudah tidak muda lagi, masih berharap mendapat ciuman dari Beliau, dan untaian doa tulus darinya... Masih teringat jika Ibu sering bilang dalam isak tangis harunya, bahwa selalu memohon yang terbaik untuk anaknya ini kepada Allah SWT. Ah Mom.... I miss you so much..... Semalam, pamanku harus menjalani pengobatan kembali ke RS. Beliau adalah orang yang pertama kali mengasuhku setelah kedua orang tua kandungku meninggal dunia. Semoga Paman lekas diberi kesembuhan. Amien Ya Rabb.. P

Bahagia itu apa??

Gambar
Banyak dari teman-teman jika menilaikau adalah sosok yang ceria, dan (ketoke) bahagia.. Cukup di-amin-kan... Walaupun memang aslinya aku cukup bahagia dengan semua hal yang kumiliki sekarang, bahkan hal yang belum kumiliki saat ini. Hal sudah kumiliki adalah cinta kasih dan rasa sayang dari semua orang-orang terkasih, istri, saudara, dan sahabat, serta teman-teman layaknya saudara. Bukankah itu indah? Hal yang belum kumiliki adalah suatu cita-cita yang aku yakin akan mewujudkanya, dan Insya Allah akan terwujud pada saatnya nanti. Belum terwujud kenapa bisa bahagia?? Karena bagiku mimpi itu indah. Bukankah dengan mimpi menjadi semangat untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi?? Kuharap bukan hanya sekedar wacana hehehe... Apakah materi adalah tolok ukur kebahagiaan? Tidak selamanya hal itu benar, namun juga tidak salah-salah amat.. Bagiku bahagia adalah saat bisa berbagi. Berbagi tidak harus ke banyak orang bukan? Berbagi tidak harus ada yang tau bukan? Justru se

My Day... (Undangan dan Hari) Bagian 2.

Urusan disain undangan sudah kelar, akhirnya harus merencanakan pernikahan lebih matang lagi.  Buat yang sudah mengalami "hajatan" mungkin bukan perkara susah. Bagi kami ini ternyata sedikit membuat galau binggo... Pada awalnya kami sepakat "hanya" membagikan maksimal 500 Undangan. Hal ini dikarenakan kami hanya melangsungkan pernikahan sekali, di satu tempat. Sore Akad Nikah, dilanjutkan malam resepsi. Di luar dugaan... Awalnya Ibu mertua meminta 700 Undangan hanya untuk keluarga dan teman-teman beliau, *whattttttt the f......!!!???. Jika 700 Undangan artinya minimal harus menyediakan 1.400 hidangan. Bukan perkara mudah, dan pastinya bukan dana yang sedikit.  Sejak awal rencana kami untuk menikah di satu tempat di Jogja memang sedikit terkendala. Wajar dan sangat maklum, karena biasanya acara pernikahan Jawa dilakukan di keluarga Wanita, ditambah istriku kebetulan anak tunggal. Namun demi banyak hal kami meminta ijin untuk dilakukan hanya satu ka

My Day... (Undangan dan Hari)

Gambar
Kami telah resmi menjadi sepanjang suami isteri Seminggu lalu. Masih prematur jika harus banyak bercerita disini, namun hiruk pikuk dari masa penentuan tanggal dan hari nikah masih kurasakan. Hal pertama yang perlu menjadi bahan pemikiran adalah undangan. Jika dipikir-pikir, lebih enak jika menikah pada usia yang masih muda. Bukan hanya dikarenakan kondisi badan muda yang lebih prima, namun juga dikarenakan yang namanya "teman" tidak atau belum bertambah banyak. Begitu juga denganku, usiaku saat menikah kepala 3, walhasil urusan sortir menyortir undangan bukanlah perkara mudah. Tanpa mengecilkan peran dari teman-teman semua, akhirnya beberapa nama kuambil dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan masih sering komunikasi ataupun "just say hai..", yang sudah tanpa kabar dan diluar kota mohon dimaafkan... Hari-hari yang lalu saking eneg-nya urusan pernikahan ini, terkadang membuatku menjadi sensi. Banyak yang bilang itu godaan mau menikah. Hmmmm... Bae