Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Lebaranku 2014

Tradisi lontong dan opor ayam masakan Ibu sudah tidak kujumpai 2 tahun yang lalu, mengingat kondisi beliau yang tidak boleh kecapekan dari sakit jantung yang dideritanya. Sebagai gantinya semua hidangan tersebut kupesan dari Ibu sahabatku. Tahun ini berhubung aku hanya tinggal dirumah sendirian, semua menu itu tidak kupesan. Kelar Sholat I'ed, lokasi pertama yang kutuju adalah makam Mami dan Babe. Ada rasa bolong di rongga dada itulah yang terasa. Biasanya ciuman dari mereka selalu kuterima saat sungkem Lebaran, kini sudah tidak ada lagi.. Semua tak sama, tak akan pernah sama... Hanya lantunan do'a kupanjatkan untuk arwah mereka berdua.. Ahhh Mami, Babe, aku sangat kangen kalian. Sayangnya hanya pusara kalian berdua yang kulihat. Perut keroncongan menjadi nahkodaku untuk mencari hidangan Lebaran di Godean. Tempat sanak keluarga tinggal. Di rumah Bu Lik-ku inilah kami biasa berkumpul. Sejak kedua orang tua kandungku meninggal, kami tinggal bersama mereka, sampai akhirnya aku di

Jelang akhir Ramadhan-ku 2014

Dua Minggu lebih puasa sudah kulewati. Jujur perasaan kosong di dalam dada ini tidak bisa kusembunyikan. Benar-benar hampa.  Ternyata saat otakku dulu sebagai pengeluh merasa sangat kerepotan jaman merawat ortu. Kini berbalik 180 derajat. Aku sangat merindukan mereka, aku merasa lebih berarti, dan aku merasa lebih berguna saat ada mereka. Terlambat... Semua sudah terlambat.. Menyesalpun tidak ada gunanya... Puasa hal yang berat adalah saat santap sahur. Perkara bangun dini hari ternyata bisa kuatasi dalam kesepianku. Namun saat hendak menyiapkan menu makan, rasanya benar-benar ngenes. Semua ya harus sendiri. Persis kayak lagu dangdutnya Chacha Handika hahahaha... Jika dulu jaman Suwargi Ibu masih ada, akan ada pertanyaan "Mau dimasakkan apa untuk buka?" Saat beliau sakit giliranku yang memberikan pertanyaan tersebut kepada mereka berdua. Dan kini, cukup bertanya pada diri sendiri, mau makan atau gak makan terserah hahahahaha... Sumpah gak enak banget... Menu pertama sahur ada

Sang Idola.. Kenalkah?

Satu hal yang paling tidak kusuka dari sifatku adalah suka meledak-ledak, bahkan terkadang over reaksi akan suatu hal. Walaupun sekarang sudah lebih mendingan (menurutku sendiri, sangat tdk obyektif memang hehehe), namun kerap kali hal ini seringkali mengganggu. Pada dasarnya aku juga tidak paham tentang siapa yang kucoblos kemarin, namun masih teringat kejadian beberapa waktu lalu. Pertama kali tau bahwa dia seorang "pejabat" adalah saat menaiki kuda, dengan kostum wayang saat melakukan kirab dalam Solo Batik Carnival.  Jujur, sangat tidak meyakinkan tampilannya, dalam hati sempat bertanya-tanya tentang sosok tersebut. Hebatnya justru masyarakat banyak yang antusias utk melihatnya dari dekat.  Namun tidak begitu denganku... Gak kenal.... Keesokan harinya baru tau bahwa beliau adalah Pimpinan di Kota tsb.  Masih gak percaya... Pada kesempatan selanjutnya ada pertunjukan Matah Ati di Solo. Salah satu pertunjukan yang sangat ingin kudatangi. Berbekal nekat tanpa tiket pertunjuk