Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

1983 s/d 2013

30 Tahun yang lalu kehidupanku berubah. Dari status anak bungsu dari 6 bersaudara menjadi anak tunggal. Hal ini terjadi karena aku diadopsi oleh sepasang suami istri yang tidak dikaruniai anak. Mereka adalah tetangga dari pamanku. Awal yang canggung saat kelas 2 SD harus memanggil Bapak dan Ibu kepada sepasang sosok asing tersebut. Namun waktu yang menjawab... Ketelatenan mereka, cinta kasih yang diberikan, dan juga perhatian yang tak pernah habis membuatku akhirnya merasa nyaman dan bisa menyebut Ibu dan Bapak kepada mereka. Sebuah pelajaran cinta dan kasih sayang yang tak pernah bisa kulupakan. Ukiran hidup ini, jiwa yang terbentuk ini, bahkan warna dalam seluruh hariku tak lepas dari peranan mereka. Jika kemarin aku sempat berpikir bukan perkara mudah merawat mereka saat sakit, tapi aku yakin bukan hal yang mudah juga saat mereka harus mendidikku, menjadikan sosok seperti sekarang. Amanah yang dulu diberikan Allah SWT untuk membesarkanku telah mereka selesaikan dengan baik, hi

Tulisan Sampah..

"Sering kali manusia menyesali sesuatu yang belum dimiliki, bukannya mensyukuri yang sudah dimiliki" Kira-kira begitulah kalimat bijak yang sering kubaca. Sebenarnya sadar akan hal tersebut, namun luar biasa gila rasanya jika mempunyai keinginan akan suatu hal dan belum kesampaian. Hal berat adalah adalah justru melawan diri sendiri. Meyakinkan bahwa itu semua tidak penting, bahkan tidak perlu dimiliki. Gadget salah satunya, luar biasa memabukkan buatku barang yang satu ini. Mungkin aku salah satu gadget mania, damn!! Betapa sering kali uang ini terbuang banyak untuk benda satu ini. Belum lagi pulsa yang dikeluarkan.. Sebenarnya semua gadget yang kumiliki tak satupun benar-benar kubutuhkan. Bahkan ke tiganya punya fungsi sama. Jadi sangat sadar jika percuma juga gonta ganti bahkan nambah gadget. Mending buka counter aja sekalian, atau bisnis jual beli hape bekas.. Padahal jika mau jujur, beli gadget baru itu pasti merugi jika akan dijual lagi. Bahkan kelakuanku satu ini

Firasat..

Sabtu pagi sebelum kuberangkat kerja, tiba-tiba Bapak minta dicukur botak, dipotong kukunya, dipotong kumisnya, jenggot, dan juga minta dimandikan. Biar bersih katanya, saat mendengar permintaan tersebut sontak dada ini berdesir gak karuan... Apakah ini firasat? Atokah ini permintaan terakhir? Ya Allah.. Kuatkan aku.... Minggu pagi kumulai satu persatu permintaan Bapak. Pertama-tama kuku-kuku yang panjang kubereskan, baru kemudian mempersiapkan segala hal untuk memotong rambutnya. Sengaja potong rambutnya belakangan, supaya Bapak tidak terlalu lama kedinginan jika sudah dibotakin. Bahkan sebelum memotong kukunya, air mulai kumasak dengan api kecil, dengan harapan bisa masak berbarengan dengan proses penggundulannya nanti. Se sederhana itu pemikiranku. Agar beliau tidak menggigil.. Cliper sudah kusiapkan dan siap membuang semua rambut Bapak seperti yang beliau inginkan. Sengaja aku percepat seluruh proses pembersihannya, lagi-lagi mengingat cuaca hujan di Jogja, masih teringat bebe

Bersama Sobat2 Terkasih....

Gambar

Universitas Alam Raya..

Selalu ada nasehat luar biasa yang kerap singgah bagi siapapun, kalimat sakti tersebut adalah "yakinlah akan ada hikmah dari sebuah kejadian, meski kejadian yang buruk sekalipun". Kembali lagi kepada kita, mau atau tidak untuk belajar arti hikmah yang tekandung di dalam setiap peristiwa tersebut. Merenungi perjalanan hidupku, kurasa Tahun-Tahun terakhir ini adalah Tahun yang luar biasa berat bagiku, namun juga Tahun yang penuh dengan pembelajaran hidup yang luar biasa. Bukan suatu hal yang mudah saat awal harus melaluinya, namun kembali lagi saat mau sedikit menundukkan diri, menjalani, memahami tiap peristiwa, dan berpikiran baik kepada Sang Pencipta, maka kebaikan yang luar biasa yang di dapatkan. Subhanallah... Jika masa SMA-ku harus kulakoni sebagai loper koran sebelum ke sekolah, betapa hari yang sangat melelahkan untuk berbagi waktu. Namun sekarang justru aku merasa itu waktu yang indah, sangat indah... Pagi saat semua orang masih terlelap dalam mimpi, aku sudah ha

Selalu Ada Ilmu Dalam Setiap Kejadian

Peranan menjadi Ayah untuk Bapakku harus kujalani sekarang, bukan hanya sekedar urusan merawat beliau namun juga berhubungan dengan masalah kemasyarakatan. Jujur sejak dulu aku kurang begitu antusias dengan acara sosialisai di kampung. Pengalaman dimana kami menjadi kontraktor (pindah-pindah rumah kontrak), membuatku selalu kurang nyaman untuk sekedar kumpul-kumpul dengan warga sekitar. Sadar bahwa manusia adalah makhluk sosial yang harus bermasyarkat, namun bukan serta merta membuatku bisa mudah masuk di dalamnya. Perasaan canggung selalu meliputiku. Dimana menjadi warga baru itu selalu menjadi sorotan.. Kegiatan warga, terkadang membuat kaki ini enggan melangkah. Kaku, dan kurang nyaman. Berasa semua mata memandang padaku. Yakin bahwa itu semua hanya perasaan lebay yang ada di otakku. Pelajaran demi pelajaran hidup kini memaksaku untuk mau menjalani ini semua. Bahkan mungkin ini adalah hal terbaik yang harus kujalani. Andai dari dulu bisa mau lebih bisa menikmatinya. Perasaan tid

Ujian Baru..

Seringkali jika mendapatkan hal baru yang tidak mengenakkan maka dengan cepat aku membangun benteng penolakan tanpa mempertimbangkan hal lain. Padahal terkadang hal baru tersebut adalah suatu ilmu... Kondisi Bapak semakin lemah, hal tersebut diperparah dengan makannya yang makin sedikit. Memaklumi semua hal tersebut adalah bagian dari jalan hidup Bapak dan ketentuan dari Allah SWT. Semakin hari aktifitasnya makin sedikit. Jika kemarin Bapak masih bisa tuk sekedar bangun, dan menggerakkan badan menuju kursi kakusnya, sekarang hal itu menjadi persoalan yang tidak mudah baginya. Hari-hari yang dilaluinya harus diberi bantuan, meskipun hanya untuk sekedar bangun duduk. Semua hal tersebut makin berat ditambah dengan kepikunan yang dialaminya. Betapa malam-malamku kini sering menjadi malam panjang penuh dengan ujian kesabaran. Beberapa kali terjaga dari tidur tuk bergegas di kamarnya, saat mendengar panggilan dari teriakan yang keluar dari suara Bapak yang lebih mirip erangan... Minta ma

Ompol...

Menurutmu Hukum Karma itu ada tidak? Menurutku bukan Karma, tapi aku lebih percaya bahwa semua hal yang telah kita tanam, suatu saat nanti akan kita panen, kebaikan ataupun keburukan. Kira-kira begitu. Sejak kecil aku itu jago ngompol, maka sebenarnya tidak begitu kaget dengan ponakanku (Raka) yang juga mengikuti jejakku. Atay mungkin ciri-ciri orang sukses itu harus ngompolan, haaaaaaaaaaaaaa*PLAKKK!! Sejak orang tua kandungku meninggal, aku beberapa kali ikut orang. Dari saudara dekat, saudara jauh, sampai akhirnya diadopsi oleh yang bukan saudara sama sekali. Satu hal yang tidak pernah aku lupakan ya itu tadi, ngompolan!! Berbagai cara sudah dilakukan, semua perintah aku turuti, dari yang meminimaliskan guyon menjelang malam, pipis sebelum tidur, sampai kaki ditaruh diatas, dengan harapan ya biar gak ngompol. Tapi tetep saja, dimanapun, dan kapanpun ngompol!! *heran juga ya, cara-cara gak jelas gitu emang bisa membuat tidak ngompol? Hihihi.. Biasanya ritual ngompol itu dialami

Do'a Yang Ajaib....

Aku memang bukan bukan orang yang religius seperti kebanyakan kawan-kawanku, tapi bukan berarti aku tidak memiliki keyakinan. Aku memiliki cara sendiri saat beribadah, dan seringkali berdo'a dengan gaya yang unik. Bagiku do'a itu bukanlah sekedar acting saat memohon kepada Sang Maha Kuasa, namun do'a seringkali justru waktu paling romantis buatku untuk curhat, bahkan guyonan kepada Allah SWT. Seringkali aku menempatkan diri sebagai anak-Nya. Terdengar aneh gak? Saat kecil, berhubung aku "terpisah" dengan kakak-kakak kandung, aku sering berdo'a agar diberi sayap. Jelas itu do'a yang paling aneh kulakukan, maklum namanya juga anak-anak, keinginanku hanya agar bisa terbang ke rumah paman, tuk sekedar berkumpul dan bermain sebentar dengan kakak-kakakku. Sebagai anak angkat yang tinggal sendiri di rumah, sering rasa kesepian dan kangen itu timbul, dikarenakan terbiasa ramai dengan ke 4 kakakku. Ikut orang tua asuh pada awal pertama itu, bagaikan bertemu deng

Sakit vs sakit

Hal yang paling menyenangkan saat sakit adalah memanjakan diri dengan tidak melakukan banyak aktifitas, cukup rehat, dan memakan semua hal yang diinginkan. Tidur dengan leluasa dalam waktu sebanyak banyaknya.. Pertanyaan muncul saat aku sakit dan juga Bapak sakit.. Artinya, bagaimana aku harus cerdik mensiasati merawat Bapak dan juga menjaga kondisiku sendiri. Entah karena seringnya begadang pada malam-malamku akhir-akhir ini, entah aku kecapekan akan rutinitas, entah apapun. Yang jelas akhirnya aku harus mengucapkan selamat datang wahai sakit. Alhamdulillah bukan penyakit lama-ku yang kambuh. Namun yang namanya flu bagiku sangat menyiksa, bagaimana permulaan dengan seluruh badan berasa ngilu dan sakit, kemudian demam menjadi kawan baiknya, dan akhirnya meler serta bersin memperindah penampilan semuanya. Komplit layaknya mie ayam bakso urat kesukaanku. Musim hujan di Bulan ini semakin membuat dramatis keadaan kami, mungkin saking dinginnya sehingga Bapak mulai sering ngompol. Aw