Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Kelompok tari itu bernama Bala Maharddhika

Keinginanku menekuni dunia tari begitu kuat, mungkin almarhumah Ibu kandungku begitu deras mengucurkan darah seni tarinya padaku, sehingga aku sangat menyukai dunia seni tari. Dari sanggar Bagong Kusudiharjo sampai dengan Natya Lashkita tempat mas Didik N.T, pernah kuikuti jaman kanak-kanakku dulu. Bahkan Oom pernah menyarankan untuk ikut bergabung di Among Bekso. Masuk SMP kegiatan tari mulai sedikit dilarang oleh orang tua angkatku, tapi tetap saja tidak menyurutkan keinginan untuk menari. Jaman SMP dulu, tari modern mulai marak, beberapa kelompok tari bermunculan, salah satunya kelompok tari Bala Maharddhika. Berhubung larangan untuk menari yang sangat kuat, maka hanya saat-saat tertentu saja bakat tari kusalurkan, namun impianku masuk kelompok tari tersebut selalu ada... Bertambah usia, dinamika hidup, dan dinamis seni mulai kurasakan. Suatu ketika saat jalan kaki berangkat ke sekolah (kelas 1 SMEA N 3 Gowongan), tanpa sengaja menemukan selebaran untuk masuk pada kelompo

Bapakku Sayang...

Beberapa waktu lalu tiba-tiba Bapak bilang "Sesuk yen aku mati, tulung klambi-klambiku diwenehke sing butuh..." Kujawab "Iya Pak, tapiiii Bapak kuwi saiki mikir le sehat, mati urip titahe Gusti Allah SWT", berusaha menekan perasaanku sampai ujung jempol kaki, agar tidak menangis saat menenangkan Bapak... Bapak kemudian tersenyum... Raga Bapak semakin lama semakin renta, sesekali tatapan kosong muncul diwajahnya. Jika biasanya Bapak mandi kubantu ke kamar mandi menggunakan kruk-nya, sekarang rutinitas itu kuhentikan. Terakhir Bapak tindak ke toilet sangat kepayahan, rasanya sangat tidak tega melihatnya, ditambah jika sudah kembali ke kamar dari toilet, nafasnya sangat berat. Alternatifnya adalah, mandi di kamar.. Pagi itu kucoba memandikan Bapak di kamar, hasilnya adalah kamar banjir hehehe, well namanya uji coba.. Pagi selanjutnya pakai cara lain, kumandikan Bapak setengah kering, sama saat dulu terbaring sakit, namun rasanya kok kurang bersih... Akhirnya hari

Sakit...

Sakit, Jika mendengar atau membaca satu kata itu pasti semua orang menolaknya. Siapa si yang mau sakit atau dalam kondisi sakit? Bahkan posisi kesakitan dan tersakiti juga ogah. Jadi siapa mau sakit? Saat seorang kawan berulang tahun, mantra sakti yang kujadikan sebagai ucapan adalah "Semoga Allah SWT memberikan kesehatan...", baru embel-embel kebahagiaan, kesuksesan, dan lainnya, menyusul di belakangnya. Sebegitunya utama yang namanya sehat, dan sebegitu mahalnya sehat saat sudah sakit.. Jatuh pada posisi sakit artinya beberapa hal menjadi berkurang, bukan hanya konsentrasi, bahkan seringkali otak dan hati tidak sinkron, semua hal berasa salah. Hebatnya ada satu hal yang kompak disaat sakit, kembali pada-Nya. Berdo'a... Memohon untuk diberi kesembuhan pada-Nya. Pertanyaannya adalah, kalau sudah diberi kesembuhan, masihkah ingat pada-Nya? Atau simple aja, jika sudah sembuh pernahkah berterima kasih karena susah diberi kesembuhan? *****krik krik krik.... (sepi...)

Reuni Dadakan...

Coba masih inget gak dengan nama komplit teman-teman jaman sekelas waktu SMP? Untuk urusan mengingat nama aku masih lumayan bagus. Sebenarnya gak penting-penting amat juga ya hehehe.. Malam ini kembali mendadak temu kangen dengan kawan-kawan jaman berseragam putih biru, acara mendadak kumpul tapi cukuplah menghibur sekaligus senang. Anik (Sri Handayani) pulang ke Jogja dalam rangka peringatan setahun meninggalnya Ibunda tercinta. Moment yang jarang terjadi inipun menimbulkan ide untuk berkumpul, terkadang merasa geli juga, aku kelahiran Jogja, asli Jogja, kawan-kawan juga banyak orang Jogjanya, untuk urusan ketemu terkadang susyeeee... Beberapa kali mencoba kumpul, gagal maning, gagal maning sonnn!! Gagasan muncul saat Anik di Jogja, ide semula datang dari Intan (Intan Ekanita Widuri, bagus to namanya...), dari pesan via BBM. Pernah beberapa kali meng-agendakan tuk kumpul dan membahas di Group BBM, tapi yo mak klenyikkkk... Buatalllll!! Ada aja yang membikin ra sukses hahahaha.. S

Oh My Boyok....

Kata orang semakin berumur akan semakin sering sakit-sakitan, ah mitos tuh! Nyatanya ada juga yang dari kecil penyakitan. Nah looo!! Sepeninggal Ibu banyak perubahan di rumahku, tepatnya rumah belakang yang digunakan mendiang Ibu dan Bapak. Orang Jawa bilang sebelum seratus hari tidak boleh membuang barang-barang milik mendiang, tapi melihat betapa berantakannya rumah belakang yang penuh dengan berbagai macam hal yang tidak berguna memaksaku untuk sedikit membersihkannya. Walhasil satu pick-up barang-barang ajaib kubuang. Dari dulu aku gemar menata ruangan kamar, biar gak jenuh. Alasan utama, karena memang aslinya aku gemar di rumah, sekedar nulis ataupun baca-baca buku, nontom film, itu sudah sangat nikmatnyooooo.... Kebiasaan mengganti pemadangan rumah ini selalu kukerjakan sendiri, dari yang namanya mindahin bifet (apa to nama yang benar??), sampai urusan angkat junjung meja kursi. Kalo yang super berat ya cukup digeser.. Kepuasan tersendiri saat bisa melihat hasil dari bongkar-

Pesek-ku...

Sejak sebelum ada tv layar datar, flat, lcd, led, plasma, atau apalah itu, aku udah memiliki yang layar datar, yaitu hidung. Hahahahha, giliran perutku gak flat, jauhhhh dari plasma, hambokben! Kebiasaanku bangun tidur (pagi), adalah bersin-bersin. Entah itu kebiasaan buruk atau baik entahlah, pokoknya bersin saja tiap pagi. Pa lagi jika ada debu. Beberapa Minggu lalu saat bersin aku ngerasa ada gumpalan kotoran hidung yang tidak keluar berbarengan dengan bersinku, si upil ini nyangkut hidung pesekku, kuambil tissu dan whalahhh upil yang cukup besar pemirsah!! Biasanya langsung kubuang, pagi itu aku amati. Sekilas biasa biasa saja, namun saat keperiksa dengan seksama ternyata kotoran hidung yang masih basah tersebut terdapat darah disana.. Maksud hati ingin sharing ke kawan-kawan tentang hal tersebut, maka kutulislah status tentang kotoran hidung berdarah tadi, dan ajaibbb. Semua kawan bisa berubah menjadi dokter, banyak yang memberikan masukan ini dan itu. Bangga dan bahagia punya

Mewah Adalah....

Satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup adalah kemewahan, siapa yang tidak menginginkan dalam posisi memiliki semua hal yang diinginkan? Banyak cara orang lakukan untuk meraih hal tersebut, demi mengejar sebuah mimpi mewah... Mewah sendiri berbeda satu orang dan lainnya untuk mendefinisikannya, baik dari kacamataku, ataupun darimu yang tidak menggunakan kacamata minus seperti punyaku. By the way kacamataku mewah lho, kubeli beberapa waktu lalu di Optic daerah Jl.Monjali, merk-nya Oakley kwalitasnya entahlah, kw berapa juga gak tau, artis beli daster di pasar dikira mahal, jadi ngapain juga aku yang orang biasa ini beli yang original, gak penting-penting amat buatku. Yang penting bagus, suka, harga masuk akal, beli deh.. Dan hasilnya gak nyamannnn hahahahaha... Itu salah satu barang mewah, atau barang yang menurutku mewah kumiliki saat ini. So? Mewah itu tidak mesti mahal kan? Ada beberapa kawan hobbynya jalan-jalan, baik ke Luar Negri ataupun Dalam Negri, jalan-jalan itu term

100 Harimu Ib...

Tanpa terasa Ibu telah berpulang ke Rahmatullah 100 hari yang lalu. Memang dalam ajaran Islam tidak ada istilah peringatan 100 hari semacam ini, adat dan tradisi-lah yang meyakini kegiatan tersebut. Bagiku aku ambil nilai positive-nya saja. Tujuanku adalah mendoakan almarhum Ibu, ditambah dengan sedikit berbagi kepada kerabat dan tetangga yang hadir. Yah itung-itung mempererat paseduluran . Peringatan 40 Hari Ibu kemarin tidak aku laksanakan, hal itu dikarenakan berbarengan dengan Bulan Ramadhan, untuk itu hanya membagikan makanan ke pada tetangga sekitar saja, kembali lagi dengan niat Sodakoh, dan malamnya aku sendirian Tahlilan untuk Beliau. Sama dengan peringatan 7 Hari meninggalnya Ibu, ternyata 100 harinya-pun berbarengan dengan acara yang diadakan tetangga. Jika 7 hari lalu berbarengan dengan rapat panitia Ramadhan, peringatan 100 hari Ibu berbarengan dengan Tahlilan serupa yang diadakan tetangga, hal tersebut baru aku ketahui Sabtu pagi saat belanja di warung sebelah