Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Drama....

Tiba-tiba otak ini tertarik dengan satu hal yang paling aku benci, yaitu drama. Rasanya membicarakan hal tersebut sangatlah menghabiskan energi, sesuatu yang dibuat-buat dan sangat menyita energi dan emosi. Hebatnya ada beberapa orang senang sekali melakoni bahkan membuat drama... Ah terlalu gak asik dibaca, karena bukan gayaku menukis sesuatu yang tidak berhubungan denganku... Okeeee.... Ceritanya begini.. Istriku tercinta sering kali bercerita tentang betapa ada segelintir kawan2nya tersebut berdrama ria. Well, sebenarnya dilingkungan manapun akan sama saja, di rumah, di sekokah, di tempat kerja pasti akan ada hal-hal yang berhubungan dengan parodi tersebut. Satu hal yang mengganggu adalah jika drama yang telah dibuat tersebut kemudian menjebak bahkan menyeret emosi istri terkasih. Ada saja yang dia ceritakan dan ujungnya ya itu tadi drama... Tentang si A yang bla bla bla... Si B yang bla bla bla... Dan seterusnya..... Mungkin karena umur kami yang terpaut jauh, sehingga dalam mensik

Surgaku...

Sudah hampir Seminggu badanku rasanya tidak bersahabat. Batuk dan pilek bahkan terkadang demam saling iring mengiring (jiahhh bahasane likkkk... Ben ketok drama je). Musim yang lumayan gak jelas akhir-akhir ini di Jogja tercinta akhirnya memaksaku untuk berbadan gak nyaman.  Sebenarnya saran dan nasehat dokter adalah sejak Rabu lalu aku disuruh rehat barang dua hari. Akan tetapi tuntutan profesionalitas dan kewajiban mengerjakan pekerjaan akhirnya surat ijin yang telah dibuatkan oleh dr.Edhy Dharma itupun hanya bersarang di dompetku. Jika sudah begini istriku yang uring-uringan. Karena dia tau banget kondisi dan keadaanku. Tapi dengan sangat menyesal omelannyapun tidak kudengarkan. Maaf sayang, bukanya ngeyel, bukan juga tak sayang body, tapi pekerjaan kali ini benar-benar tak bisa kutunda-tunda. Harapanku adalah nantinya bisa kuambil waktu rehat di hari Sabtu dan Minggu. Berhasil? Ternyata Sabtu kemarinpun pekerjaan tak kalah banyak. Rasanya ada saja yang namanya tugas, tugas, dan tug

Jika Waktu Bisa Diulang..

Jogja masih diguyur hujan dengan mesranya. Tiba-tiba ingin menulis dengan "jika".... Walaupun sangat tidak mungkin terwujud, biarlah ini menjadi tulisan saja.. Aku yang hobby mengabadikan kenangan dengan gambar, rasanya ingin sekali bisa kembali ke masa laluku. Jika memungkinkan aku akan kembali di tahun 78. Masa dimana aku setaun sebelumnya dikahirkan, rasanya ingin sekali mengambil gambar keluargaku disaat itu. Mengabadikan kenangan masa bayiku.  Bagi sebagian orang hal ini mungkin sudah mereka miliki, bahkan akupun sebenarnya punya kenangan tersebut dalam buku album foto. Namun sayangnya album tersebut hilang entah dimana... Masa kecil selalu berusaha kuingat dengan kilatan-kilatan kenangan yang diperjelas dengan cerita dari sanak saudara, dengan dibumbui kata "katanya...." Sebenarnya bukan aku dimasa kecil yang ingin kulihat, toh pasti emang gue kece dari lahir hahahahah *kayak jingle acara di net.tv.  Orang tuakulah yang ingin sekali kuambil gambarnya. Sampai d

Apa Prioritasmu??

Akhir-akhir ini baru menyadari bahwa sebentar lagi kepala 4 sudah aku lakoni, pastinya banyak sekali hal dan harapan yang ingin kuwujudkan. Dulu saat usia masih 20-an, sering berpikir, jika sudah kepala 3 rasanya seperti apa ya? Ternyata saat Ulang Tahun ke 30 ya gak ada bedanya hahahahaha... Mengingat ke belakang ternyata prioritas utama (keduniawian) selalu berubah, beda dengan kerohanian yang selalu berharap menjadi lebih dan lebih baik lagi dimata Sang Chaliq Allah SWT. Saat masih kecil saat asik bermain-pun aku dijejali dengan hal utama yang dipentingkan oleh kedua orang tuaku, apalagi kalo bukan prestasi. Hasilnya bisa ditebak. Untuk urusan nilai pelajaran aku termasuk yang membanggakan stabil di angka 6 huahahahahaha.... See .. Aku tuh konsisten xixixixi... Menginjak remaja, pola pikir mulai berubah, masukan dari orang tua sering di dengar, tapi keinginan pribadi tak kalah menggelora (ciehhhh bahasanya..). Dari urusan ngurus Masjid sampai bercita-cita jadi penar

Alhamdulillah Aku Masih Diberi Kesempatan Hidup

Dalam waktu sibuk-ku sering aku meluangkan waktu untuk re-freshing hanya sekedar say hallo kawan-kawan di kontakku. Selain biasanya bisa jadi fresh (ada yang malah bikin stress hahaha) sekalian menjalin silaturahmy tentunya. Hari ini sebagai bahan golek pencerahan dari urusan kerjaan yang ra rampung-rampung kusempatkan buka-buka feeds di Blackberryku. Sebuah status baru saja dibuat disana, membuatku mengomentarinya. Statusnya gini "Ternyata, paling sering melalui kegiatan Melayat-lah bisa bertemu dengan teman yang berpuluh tahun tidak pernah jumpa". Sungguh status itu menggelitikku, karena sering kali memang acara "reuni dadakan" terjalin diacara tersebut. Namun perasaan ngilu itu muncul saat mengingat kok yo acara takziah . Bahkan sanak saudara jauh yang tadinya susah sekali bertemu, untuk urusan melayat sering kali muncul.  Rasanya senang, tapi juga sedih. Aneh khan..!!?? Dari komenku di BBM akhirnya obrolanpun meluncur, ternyata temanku ini