Postingan

Kursus Menjahit...

Gambar
Paling seneng adalah saat jalan-jalan buang duit untuk membeli barang yang terkadang tidak penting. Bener gak!? Bahkan seringnya barang yang sudah dibeli ya hanya menuh-menuhin rumah. Dipakai pas beli doank, selebihnya adalah wahana bermain bagi debu-debu dan serangga di rumah...ah indahnya berbagi hahahaha... Dalam perjalananku berumah tangga yang masih prematur, seringkali saat waktu luangku ( maklum aku termasuk menungso sing selo uripe ) jalan-jalan atau melihat benda-benda tertentu rasanya ingin membelikan untuk nyonyah beloved. Biasanya baju atau sekedar kaos-kaos yang nyaman buat dipakai dirumah. Namun.... Mengingat ukuran nyonyahku yang ajaib, sering kali yang kubelikan tidak muat dikenakan. Jika sudah begini, rejeki bagi orang-orang yang menerimanya huahahahaha..indahnya berbagi lagi... Dari sejak sebelum menikah, kami (terutama istri) agak kerepotan saat harus mencari baju. Hal itu terbukti bahwa pakaian pengantin yang akan kami kenakan menjadi hal yan...

Kangen....

Gambar
Beberapa waktu lalu menerima kiriman tautan yang sangat menyentuh tentang seorang Ibu. Dan saat membuka tautan tersebut tanpa sadar mataku berkaca-kaca. Bahkan hari ini aku masih teringat kembali akan tautan tersebut. Ibu adalah sosok dewi bagiku, yang selalu memberikan perlindungan. Jika dulu saat di sekolah ada beberapa Bully yang harus aku hadapai, tapi semua itu hilang saat Ibu menegarkan hatiku dan membangkitkan semangatku. Bahkan di Hari Ulang Tahunku kemarin, yang notabene aku sudah tidak muda lagi, masih berharap mendapat ciuman dari Beliau, dan untaian doa tulus darinya... Masih teringat jika Ibu sering bilang dalam isak tangis harunya, bahwa selalu memohon yang terbaik untuk anaknya ini kepada Allah SWT. Ah Mom.... I miss you so much..... Semalam, pamanku harus menjalani pengobatan kembali ke RS. Beliau adalah orang yang pertama kali mengasuhku setelah kedua orang tua kandungku meninggal dunia. Semoga Paman lekas diberi kesembuhan. Amien Ya Rabb.. P...

Bahagia itu apa??

Gambar
Banyak dari teman-teman jika menilaikau adalah sosok yang ceria, dan (ketoke) bahagia.. Cukup di-amin-kan... Walaupun memang aslinya aku cukup bahagia dengan semua hal yang kumiliki sekarang, bahkan hal yang belum kumiliki saat ini. Hal sudah kumiliki adalah cinta kasih dan rasa sayang dari semua orang-orang terkasih, istri, saudara, dan sahabat, serta teman-teman layaknya saudara. Bukankah itu indah? Hal yang belum kumiliki adalah suatu cita-cita yang aku yakin akan mewujudkanya, dan Insya Allah akan terwujud pada saatnya nanti. Belum terwujud kenapa bisa bahagia?? Karena bagiku mimpi itu indah. Bukankah dengan mimpi menjadi semangat untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi?? Kuharap bukan hanya sekedar wacana hehehe... Apakah materi adalah tolok ukur kebahagiaan? Tidak selamanya hal itu benar, namun juga tidak salah-salah amat.. Bagiku bahagia adalah saat bisa berbagi. Berbagi tidak harus ke banyak orang bukan? Berbagi tidak harus ada yang tau bukan? Justru se...

My Day... (Undangan dan Hari) Bagian 2.

Urusan disain undangan sudah kelar, akhirnya harus merencanakan pernikahan lebih matang lagi.  Buat yang sudah mengalami "hajatan" mungkin bukan perkara susah. Bagi kami ini ternyata sedikit membuat galau binggo... Pada awalnya kami sepakat "hanya" membagikan maksimal 500 Undangan. Hal ini dikarenakan kami hanya melangsungkan pernikahan sekali, di satu tempat. Sore Akad Nikah, dilanjutkan malam resepsi. Di luar dugaan... Awalnya Ibu mertua meminta 700 Undangan hanya untuk keluarga dan teman-teman beliau, *whattttttt the f......!!!???. Jika 700 Undangan artinya minimal harus menyediakan 1.400 hidangan. Bukan perkara mudah, dan pastinya bukan dana yang sedikit.  Sejak awal rencana kami untuk menikah di satu tempat di Jogja memang sedikit terkendala. Wajar dan sangat maklum, karena biasanya acara pernikahan Jawa dilakukan di keluarga Wanita, ditambah istriku kebetulan anak tunggal. Namun demi banyak hal kami meminta ijin untuk dilakukan hanya satu ka...

My Day... (Undangan dan Hari)

Gambar
Kami telah resmi menjadi sepanjang suami isteri Seminggu lalu. Masih prematur jika harus banyak bercerita disini, namun hiruk pikuk dari masa penentuan tanggal dan hari nikah masih kurasakan. Hal pertama yang perlu menjadi bahan pemikiran adalah undangan. Jika dipikir-pikir, lebih enak jika menikah pada usia yang masih muda. Bukan hanya dikarenakan kondisi badan muda yang lebih prima, namun juga dikarenakan yang namanya "teman" tidak atau belum bertambah banyak. Begitu juga denganku, usiaku saat menikah kepala 3, walhasil urusan sortir menyortir undangan bukanlah perkara mudah. Tanpa mengecilkan peran dari teman-teman semua, akhirnya beberapa nama kuambil dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan masih sering komunikasi ataupun "just say hai..", yang sudah tanpa kabar dan diluar kota mohon dimaafkan... Hari-hari yang lalu saking eneg-nya urusan pernikahan ini, terkadang membuatku menjadi sensi. Banyak yang bilang itu godaan mau menikah. Hmmmm... Bae...

Apa Pekerjaanmu??

Ceritanya sudah hampir 2 Bulan ini benerin rumah. Judulnya persiapan untuk menyambut calon Nyonya Besar (Calon Nyonyahku 11 12 dengan Tuan-nya yang juga bertubuh besuarrr...). Cieee yang mau nikah... Rasanya gak lucu aja jika pengantin baru sudah harus diawali dengan romansa jawa dalam tata cara dan adat yang dinamakan "kerokan", hasil dari kamar yang bocor disana-sini. Seperti bisa, aku menggunakan jasa tukang yang kemarin-kemarin sudah kupakai, Pak Parno namanya. Asas kepercayaan saja intinya. Selebihnya aku lebih percaya kepada Allah SWT.  Hahhhhh.....!! Pak Parno kali ini tidak mengerjakan sendiri, beliau memilih untuk mempekerjakan tukang. Awal pengerjaan ada 2 Tukang dan 2 Orang asisten-nya. Namun semakin sedikitnya pekerjaan yang dilakukan, mulai hari ini tinggal 1 Tukang dan asistenya. Dari percakapan tadi pagi, baru keketahui ternyata tukang tersebut sedang membangun rumahnya sendiri. Itu dia lakukan saat hari libur. Menurutnya semua pekerjaan di...

Basa Jawa Ndeso?

Suatu ketika seorang teman bercerita tentang betapa anaknya yang duduk di Sekolah Dasar stress dan tidak bisa mengikuti pelajaran Bahasa Daerah (bhs Jawa). Cukup dimaklumi karena istrinya orang Sunda, yang kurang paham dengan bahasa Jawa. Bahkan si anak dirumahpun terbiasa dengan bahasa yang paling mudah dipahami, yaitu Bahasa Indonesia. Aku terbiasa menggunakan bahasa ngoko alus dirumah. Ibu suwargi paling sering berbicara dengan kalimat- kalimat ngoko alusnya. Beliau itu unik, aku tidak boleh berbicara dengannya atupun bapak dengan kromo inggil. Tapi justru ngoko alus. Alasanya kalau terlalu boso ( istilah bahasa jawa untuk berbahasa halus) kesannya seperti berbicara dengan orang lain. Jadi tidak heran misalnya Ibu memanggilku, dan kujawab dalem... Lanjutanya ya boso ngoko, tapi alus. Misal " Ibu tukung pundhutke lading nang pawon" jadi ya halus, ya ngoko... Sing dudu wong Jowo mesti ra donk, sing Jowo wae akeh sing wis lali hahahaha... Jaman kecilku bicara dengan bakul-bak...