Bahasa Pemersatu Kami
Cukup lama sebenarnya saat aku harus memutuskan untuk berumah tangga. Hal tersebut disebabkan banyaknya peristiwa-peristiwa dan kejadian dalam berumah tangga yang akhirnya membuatku takut dan ragu untuk melangkah gerbang tersebut. Salah satu penyebabnya adalah ketakutan akan gambaran keluarga yang garing. Aku tidak bisa menjadi diriku, aku harus selalu tampil di mata istriku sebagai sosok yang rupawan tanpa cela. Hal tersebut diperburuk dengan beragam curhatan dari kawan-kawan terkasih akan problematika rumah tangga mereka. Sampai satu hal yang aku sadari adalah, bukankah hidup ini memang wahana ketidak pastian. Bukankah kawan-kawanku seringnya hanya bercerita disaat ada masalah. Bukankah saat bahagia aku terlupakan. Intinya dalam rumah tanggapun pasti ada kebahagiaan di dalamnya.... Tapi mengapa kesan garing gambaran sebuah rumah tangga masih saja melintas dibenakku waktu itu. Cerita berganti... Masa perkenalanku dengan Nyonyahku bisa dibilang singkat, namun sat...